Analisis Bedah Kasus Keberhasilan Scale-Up ( J&T Express )

Oleh: Nafian Firda Cahayani (AE50)

A. Fase Transisi (The Turning Point)

J&T Express berdiri pada tahun 2015 di Jakarta sebagai layanan pengiriman untuk e-commerce. Peralihan perusahaan dari tahap “bertahan hidup” menuju fase scale-up mulai terlihat pada periode 2018–2020, ditandai dengan meningkatnya kebutuhan logistik e-commerce di Asia Tenggara. Pada fase ini J&T mulai melakukan ekspansi ke berbagai negara, termasuk Malaysia, Vietnam, Filipina, hingga Thailand. Masuknya J&T ke pasar China pada tahun 2020 semakin memperkuat langkah perusahaan menuju skala global dan menjadi titik penting bagi pertumbuhan pesat selanjutnya.

Ekspansi wilayah yang luas menjadi indikator pertama, terlihat dari penyebaran operasi J&T Express dari Indonesia ke Asia Tenggara, China, Afrika, Timur Tengah, hingga Amerika Latin, dengan jaringan yang kini mencakup 13 negara. Selain itu, peningkatan tajam pada volume pengiriman juga menunjukkan momentum scale-up. Pada kuartal II 2025, jumlah paket di Asia Tenggara mencapai 1,69 miliar, naik sekitar 65,9% dibanding tahun sebelumnya, dengan rata-rata distribusi harian mencapai 18,5 juta paket, menggambarkan perubahan skala operasional yang sangat signifikan.

Dukungan finansial dalam jumlah besar turut menjadi indikator penting. Pada 2021, J&T memperoleh pendanaan sekitar US$2,5 miliar dari investor besar seperti Hillhouse Capital, Sequoia Capital China, dan Tencent yang mempercepat perluasan bisnis global. Puncaknya, J&T melaksanakan IPO di Bursa Hong Kong pada 2023 dan berhasil mengumpulkan dana sekitar HK$3,92 miliar (~US$500 juta), menandai peralihan dari fase ekspansi tertutup ke perusahaan publik berskala besar.

Seluruh indikator tersebut menegaskan bahwa J&T Express telah memasuki tahap scale-up melalui perluasan pasar, peningkatan volume operasional, dan akses terhadap modal berskala besar.

B. Strategi Penggerak Skala (The Scale Drivers)

Berikut strategi yang paling berpengaruh dalam scale-up J&T Express:

1. Inovasi Teknologi

Pemanfaatan teknologi digital dan otomatisasi menjadi fondasi utama strategi scale-up J&T Express. Perusahaan mengimplementasikan ratusan mesin sortir otomatis di berbagai negara untuk meningkatkan kapasitas pemrosesan dan ketepatan penanganan paket dalam volume besar. Di beberapa wilayah seperti China, J&T juga mulai menggunakan sekitar 900 kendaraan untuk mempercepat proses pengantaran tahap akhir (last-mile delivery). Sistem logistik yang terhubung secara digital dan didukung perangkat lunak berbasis AI turut mempercepat proses sortasi serta distribusi paket dalam jumlah masif.

Implikasi: Teknologi tersebut berhasil menekan biaya operasional per paket dan meningkatkan kecepatan serta mutu layanan, sehingga mendukung keberlanjutan model bisnis dan efisiensi operasional saat perusahaan berkembang dalam skala besar.

2. Model Bisnis

J&T Express tetap mempertahankan model bisnis utamanya, namun memperluas cakupan nilai yang ditawarkan. Perusahaan tidak hanya berfokus pada layanan pengiriman e-commerce, tetapi berkembang menjadi e-commerce enabler dengan menyediakan solusi logistik end-to-end mulai dari pengambilan barang hingga pengantaran last mile serta melayani brand besar, bukan hanya marketplace.

Selain itu, J&T mengurangi ketergantungan pada platform e-commerce besar melalui kerja sama langsung dengan berbagai merek internasional seperti Sephora dan Uniqlo. Strategi ini membantu memperkuat stabilitas arus pendapatan dan margin keuntungan, tidak hanya bergantung pada persaingan harga.

3. Manajemen SDM

Dalam mendukung pertumbuhan skala besar, J&T melakukan penyesuaian struktur organisasi. Perusahaan membentuk unit manajemen regional untuk pasar utama seperti Asia Tenggara, China, dan Eropa Tengah. Jumlah tenaga kerja global juga diperluas hingga lebih dari 300.000 pegawai dan kurir, disertai fokus besar pada pelatihan serta standarisasi layanan agar kualitas operasional tetap konsisten meskipun perusahaan berkembang dengan cepat.

C. Analisis Metrik & Pendanaan

1. Pendanaan

Data pendanaan publik menunjukkan bahwa pada tahun 2021, J&T Express memperoleh dana sekitar US$2,5 miliar melalui pendanaan Series C dan putaran besar lainnya, dengan valuasi perusahaan mencapai sekitar US$20 miliar sebelum proses IPO. Kemudian pada tahun 2023, J&T melakukan penawaran umum perdana (IPO) di Bursa Hong Kong dan berhasil mengamankan sekitar HK$3,92 miliar (~US$500 juta), yang memperkuat likuiditas perusahaan serta struktur pendanaannya. Pendanaan tersebut berasal dari sejumlah investor besar seperti Hillhouse Capital, Sequoia Capital China, dan Tencent, yang turut memberikan dukungan strategis dalam mempercepat ekspansi global perusahaan.

2. Unit Economics

J&T mampu menjaga unit economics yang sehat melalui efisiensi biaya operasional. Biaya per paket menurun seiring perluasan jaringan dan penerapan otomatisasi, sehingga margin operasional meningkat dan berada pada posisi yang lebih baik dibandingkan standar industri. Volume pengiriman yang terus tumbuh juga membantu menekan biaya rata-rata per paket karena kapasitas fasilitas sortasi dan distribusi dapat dimanfaatkan secara optimal. Laporan keuangan J&T pada paruh pertama 2025 menunjukkan EBITDA positif di beberapa pasar baru, memberikan indikasi bahwa profitabilitas perusahaan semakin menguat. 

Pendekatan ini merefleksikan perhatian J&T terhadap efisiensi biaya dan keberlanjutan keuntungan meskipun perusahaan melakukan ekspansi secara agresif.

D. Pelajaran yang Dipetik (Lesson Learned)

J&T mengambil langkah berani dengan melakukan ekspansi besar ke China serta pasar di luar ASEAN, meskipun harus bersaing dengan perusahaan lokal yang sudah kuat. Strategi ini berhasil memperluas jangkauan global perusahaan meskipun tingkat kompetisi sangat tinggi. Selain itu, J&T menginvestasikan dana besar untuk teknologi otomatisasi sejak awal proses scale-up. Meskipun berisiko karena membutuhkan modal besar, keputusan ini kemudian terbukti memberikan keuntungan berupa efisiensi biaya dan peningkatan kualitas layanan. Di tengah pertumbuhan yang sangat cepat, J&T tetap mempertahankan budaya perusahaan yang berorientasi pada kepuasan pelanggan. Fokus utama tetap pada kualitas pengiriman dan dukungan bagi UMKM serta pelaku e-commerce di berbagai negara.

Perusahaan juga menerapkan prinsip adaptasi lokal dengan menyesuaikan titik layanan serta mekanisme operasional sesuai karakteristik pasar masing-masing, sehingga tetap relevan dan kompetitif di skala global.

Lampiran Data Visualisasi

Visualisasi Pertumbuhan J&T Express (2022–2025)





Grafik memperlihatkan bahwa tahun 2020–2021 menjadi fase percepatan pertumbuhan paling kuat, ditandai dengan perolehan pendanaan besar sekitar US$2,5 miliar. Pasca IPO di Bursa Hong Kong pada 2023, pendapatan J&T diperkirakan meningkat secara signifikan seiring ekspansi ke berbagai pasar global. Secara keseluruhan, tren ini menunjukkan bahwa J&T mampu memanfaatkan modal eksternal untuk mempercepat proses scale-up dan memperluas jangkauan bisnis internasional, yang pada akhirnya mendukung optimalisasi jaringan logistik serta realisasi ekonomi skala.

Kesimpulan Pribadi

Secara umum, J&T Express menunjukkan pola pertumbuhan yang cenderung berkelanjutan (sustainable), didukung oleh ekspansi internasional, penggunaan teknologi otomatisasi, dan peningkatan volume pengiriman yang stabil. Meski demikian, strategi ekspansi yang agresif tetap memiliki potensi risiko, terutama jika tidak diimbangi dengan pengendalian biaya, penguatan profitabilitas jangka panjang, serta efisiensi operasional di tengah persaingan ketat.

Apabila J&T mampu mempertahankan fokus pada unit economics serta mengembangkan layanan bernilai tambah yang lebih beragam, perusahaan memiliki peluang besar untuk menjaga momentum pertumbuhan sekaligus meminimalkan risiko kinerja menurun pada masa mendatang.

REFERENSI

Ainvest. (2025). J&T Express leveraging Southeast Asia market’s sustained e-commerce driven growth. Ainvest News. https://www.ainvest.com/news/express-leveraging-southeast-asia-markets-sustained-commerce-driven-growth-2511/

J&T Express Singapore. (2025). Press release Q2: Parcel volume 7.39B and SEA growth 65.9% YoY. https://www.jtexpress.sg/insights/press-jt-express-reports-q2-2025-parcel-volume-of-7.39-billion-southeast-asia-market-achieves-record-quarterly-growth-of-65.9

Law Asia. (2023). Legal firms guide J&T Express IPO in Hong Kong. https://law.asia/firms-guide-jt-express-ipo/

Wikipedia. (2024, updated). J&T Express. In Wikipedia. https://en.wikipedia.org/wiki/J%26T_Express




Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kewirausahaan Berkelanjutan: Kontribusi pada Ekonomi Hijau dan Lingkungan.

Analisis Studi Kasus Kegagalan dan Keberhasilan Wirausaha dari Perspektif Motivasi dan Etika

Observasi Lingkungan dan Pengembangan Ide Bisnis Inovatif